Putu WijayaVIEW PROFILE →
Pariwisata Bali Awal 2026: Kunjungan Wisatawan Asing Tembus 1,46 Juta, Australia Tetap Memimpin
Sepanjang triwulan pertama 2026, Bali menerima lebih dari 1,46 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Australia tetap menjadi pasar terbesar, disusul Tiongkok dan India, meski beberapa pasar mengalami penurunan.
Sektor pariwisata Bali kembali menunjukkan geliat positif pada awal tahun 2026. Sebagai salah satu destinasi wisata paling populer di dunia, Pulau Dewata terus menjadi magnet bagi para pelancong dari berbagai negara. Data terbaru memperlihatkan bagaimana kunjungan wisatawan asing pada tiga bulan pertama tahun ini mencatatkan angka yang menggembirakan.
Lebih dari 1,46 juta kunjungan
Berdasarkan data resmi, sepanjang Januari hingga Maret 2026, Bali menerima sebanyak 1.466.546 kunjungan wisatawan mancanegara. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 1,04 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, ketika jumlah kunjungan tercatat sebanyak 1.451.445. Kenaikan ini menjadi sinyal baik bagi pemulihan pariwisata.
Meski secara keseluruhan mengalami kenaikan, tren bulanan menunjukkan sedikit fluktuasi. Pada bulan Maret 2026, jumlah kunjungan tercatat sebanyak 472.070 wisatawan. Angka tersebut turun 4,11 persen dibandingkan dengan bulan Februari, sebuah penurunan yang tergolong wajar mengikuti pola musiman dalam industri pariwisata.
Australia tetap menjadi pasar utama

Dari sisi negara asal, Australia masih menduduki posisi teratas sebagai penyumbang wisatawan terbanyak ke Bali. Sepanjang triwulan pertama 2026, tercatat sebanyak 354.079 kunjungan dari Negeri Kanguru, dengan pertumbuhan sebesar 5,76 persen. Kedekatan geografis dan hubungan yang erat menjadikan Australia pasar yang sangat setia.
Di posisi kedua, Tiongkok menunjukkan lonjakan yang cukup signifikan. Jumlah kunjungan dari negara tersebut mencapai 157.242 dengan pertumbuhan mencapai 20,22 persen. Kenaikan ini memperlihatkan kembali menguatnya minat wisatawan Tiongkok untuk berkunjung ke Bali setelah beberapa waktu sebelumnya sempat melambat.
India melengkapi tiga besar dengan 116.943 kunjungan, meski mengalami sedikit penurunan sebesar 0,25 persen. Sementara itu, Korea Selatan berada di urutan keempat dengan 68.873 kunjungan, dan Inggris di posisi kelima dengan 63.364 kunjungan. Keragaman negara asal ini menunjukkan daya tarik Bali yang bersifat global.
Gambaran khusus bulan Maret
Jika ditelisik lebih dalam pada bulan Maret 2026, Australia semakin mengukuhkan dominasinya. Negara ini menyumbang 119.777 kunjungan, naik 20,35 persen dibandingkan Februari, dan mewakili sekitar 25,37 persen dari total kunjungan wisatawan asing pada bulan tersebut. Angka ini menegaskan betapa pentingnya pasar Australia bagi Bali.
Beberapa negara lain juga mencatatkan pertumbuhan positif pada bulan Maret. India menyumbang 42.460 kunjungan dengan kenaikan 14,35 persen, sementara Inggris tumbuh 25,32 persen dengan 24.206 kunjungan. Amerika Serikat bahkan mencatat lonjakan tertinggi sebesar 37,05 persen, dengan total 23.003 kunjungan sepanjang bulan tersebut.
Namun, tidak semua pasar bergerak ke arah yang sama. Tiongkok justru mengalami penurunan tajam sebesar 58,79 persen pada bulan Maret, dengan hanya 32.497 kunjungan. Fluktuasi semacam ini menjadi pengingat bahwa industri pariwisata sangat dipengaruhi oleh faktor musiman, kebijakan penerbangan, serta kondisi ekonomi negara asal wisatawan.
Data dari lembaga resmi
Seluruh data tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Bali, yang secara berkala merilis laporan mengenai perkembangan pariwisata. Kepala BPS Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menyampaikan laporan tersebut dalam keterangan resmi yang disampaikan pada hari Selasa, 5 Mei 2026.
Ketersediaan data yang akurat dan diperbarui secara rutin memiliki peran penting bagi para pemangku kepentingan. Dengan informasi ini, pemerintah daerah maupun pelaku usaha pariwisata dapat menyusun strategi yang lebih tepat, baik dalam hal promosi, penyediaan layanan, maupun pengelolaan kunjungan wisatawan secara berkelanjutan.
Menjaga momentum pariwisata
Angka kunjungan pada awal 2026 memberikan optimisme sekaligus tantangan tersendiri bagi Bali. Di satu sisi, kenaikan jumlah wisatawan menunjukkan pemulihan yang terus berlanjut. Di sisi lain, penurunan pada beberapa pasar mengingatkan pentingnya diversifikasi agar Bali tidak terlalu bergantung pada satu atau dua negara saja.
Ke depan, tantangan utama Bali bukan sekadar mengejar jumlah kunjungan, melainkan juga menjaga kualitas pengalaman wisatawan. Dengan mengandalkan keindahan alam, kekayaan budaya, serta keramahan penduduknya, Pulau Dewata memiliki modal kuat untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata terkemuka di dunia.






