avalw news
Putu WijayaPutu WijayaVIEW PROFILE →

Bukan Cuma Destinasi, tapi Rasa: Kuliner Indonesia Peringkat 7 Dunia Versi TasteAtlas 2026

tourism2026-08-28 · 3 min read · 0 reads

Perbincangan pariwisata Indonesia hampir selalu berkutat pada pantai dan pulau, padahal kekuatan besarnya ada pada kuliner. Menurut TasteAtlas 2026, Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia untuk destinasi kuliner terbaik, mengungguli Singapura dan Malaysia. Yang mengejutkan, sate kambing kini me

Selama ini, perbincangan tentang pariwisata Indonesia hampir selalu berkutat pada keindahan pantai, pulau-pulau eksotis, dan berbagai kebijakan destinasi. Namun ada satu kekuatan besar yang justru sering luput dari sorotan utama, padahal memiliki daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan dunia, yaitu kekayaan kulinernya yang nyaris tiada duanya.

Peringkat ketujuh dunia

Pengakuan atas kelezatan masakan Nusantara kini datang langsung dari panggung internasional. Menurut pemeringkatan TasteAtlas untuk kategori 50 destinasi kuliner terbaik dunia tahun 2026, Indonesia berhasil menempati posisi ketujuh yang sangat membanggakan, bahkan mengungguli negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Pencapaian ini tentu saja bukanlah hal yang sepele atau kebetulan semata. TasteAtlas sendiri merupakan sebuah platform populer yang mengumpulkan dan merangkum penilaian terhadap ribuan hidangan dari seluruh dunia. Posisi ketujuh ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara yang selama ini dikenal luas sebagai kiblat kuliner global.

Sate kambing menggeser rendang

Bukan Cuma Destinasi, tapi Rasa: Kuliner Indonesia Peringkat 7 Dunia Versi TasteAtlas 2026

Yang cukup menarik, daftar hidangan terbaik Indonesia versi tahun 2026 ini ternyata menyimpan sebuah kejutan yang cukup besar. Posisi puncak justru berhasil ditempati oleh sate kambing, yang meraih penilaian sangat tinggi, kemudian disusul oleh sejumlah hidangan legendaris lainnya seperti Soto Betawi dan siomay yang tak kalah populer di lidah masyarakat.

Kejutan yang paling besar tentu saja adalah nasib rendang, sebuah hidangan yang selama bertahun-tahun begitu identik sebagai duta kuliner Indonesia di mata dunia. Pada pemeringkatan tahun 2026 ini, rendang justru sedikit tergeser dan tidak lagi masuk dalam jajaran sepuluh besar, meski tetap bertengger di posisi ke-67 dengan skor yang masih tergolong tinggi.

Meski demikian, tergesernya rendang dari daftar sama sekali tidak mengurangi reputasinya yang memang sudah melegenda. Hidangan khas Minangkabau ini telah berkali-kali dinobatkan sebagai salah satu makanan terlezat di dunia dalam berbagai survei internasional, sehingga statusnya sebagai ikon kuliner Nusantara tetaplah kokoh dan sulit untuk digoyahkan.

Jakarta ungguli Kyoto

Prestasi kuliner Indonesia ternyata tidak berhenti hanya pada tingkat hidangan semata, tetapi juga menjangkau hingga level perkotaan. Ibu kota Jakarta berhasil menempati peringkat ke-16 dalam kategori kota dengan sajian kuliner lokal terbaik, sebuah pencapaian mengesankan yang bahkan mampu mengungguli kota Kyoto yang begitu tersohor di Jepang.

Namun Jakarta bukanlah satu-satunya perwakilan Indonesia yang bersinar terang dalam daftar bergengsi tersebut. Sejumlah kota lain seperti Bandung, Surabaya, Solo, dan Yogyakarta juga turut masuk dalam pemeringkatan, membuktikan bahwa kekayaan cita rasa Indonesia benar-benar tersebar merata di berbagai penjuru negeri ini.

Fakta ini sekaligus menegaskan satu hal yang sangat penting tentang kuliner Indonesia. Berbeda dengan banyak negara yang kekuatan kulinernya cenderung terpusat hanya di satu atau dua kota saja, Indonesia justru menawarkan begitu banyak pusat gastronomi dengan karakter dan keunikan rasa yang berbeda-beda di hampir setiap daerahnya.

Peluang besar bagi wisata kuliner

Bagi sektor pariwisata nasional, pengakuan internasional seperti ini jelas merupakan sebuah peluang emas yang sama sekali tidak boleh disia-siakan. Semakin banyak wisatawan modern yang kini menjadikan makanan sebagai alasan utama dalam memilih destinasi perjalanan mereka, dan bukan lagi sekadar pelengkap dari sebuah liburan biasa.

Indonesia sendiri jelas memiliki modal yang sangat kuat untuk memanfaatkan tren global ini. Dengan ribuan jenis hidangan, mulai dari makanan jalanan yang merakyat hingga sajian istana yang penuh filosofi mendalam, negeri ini mampu menawarkan pengalaman rasa yang nyaris tak ada habisnya untuk terus dijelajahi para pecinta kuliner dunia.

Pada akhirnya, deretan pengakuan bergengsi ini menjadi pengingat penting bahwa kekayaan Indonesia tidaklah hanya terletak pada gugusan pulau dan panorama alamnya yang memukau. Cita rasa yang lahir dari perpaduan rempah, tradisi, dan kreativitas selama berabad-abad adalah sebuah harta karun tersendiri, yang kini siap memikat dunia satu suapan demi satu suapan.

Putu Wijaya
Stay updated
Putu Wijaya
Subscribe to get an email whenever Putu Wijaya publishes a new story. No spam, unsubscribe anytime.
Putu Wijaya
WRITTEN BY THE AUTHOR
Putu Wijaya
2026-08-28 · 3 min read · 0 reads
View profile →
VERIFY THIS STORY
ASK AI
MORE FROM Putu Wijaya
Report this articlesupport@avalw.com